Mengalir sajalah…

Serat Pepali Ki Ageng Sela

451px-Ki_Ageng_Pemanahan

Saya ingin berbagi beberapa Serat Pepali  dari Ki Ageng Sela. Serat Pepali merupakan sebuah karya Jawa zaman dulu yang ditulis oleh Ki Ageng Sela. Ki Ageng Sela adalah legenda di Tanah Jawa, sosok figur ulama di daerah Selo. Dia adalah cicit atau buyut dari Brawijaya terakhir, moyang dari pendiri Kerajaan Mataram, yaitu Sutawijaya. Menurut saya, karya Ki Ageng Sela mempunyai pemikiran yang sederhana dan membangun. Berikut beberapa bait Serat Pepali Ki Ageng Sela :

Damar murup tanpa sumbu nenggih, Gondhong ijo ingkang tanpa wreksa, Modin tan ana bedhuge, Sentek pisan wus rampung, Tanggal pisan purnama sidi, Panglong grahana lintang, Iku semunipun, Kang sampun awas ing cipta. Aja sira katungkul maca pribadi, Takokna kang wus wignya.

Artinya: Pelita menyala tak bersumbu, daun hijau tak berpohon, Muazin tak ada beduknya, sekali singgung sudah tamat, tanggal satu bulan purnama, panglong gerhana bintang, itulang lambang, manusia yang sudah waspada akan ciptanya. Jangan selalu membaca sendiri, tanyakanlah kepada yang sudah tahu.

Lawan siti pinendhem ing bumi, Miwah tirta kinum jroning toya, lawan srengenge pinepe, lawan geni tinunu, pan walanjar dareng akrami, prawan adarbe suta, ndhog bisa kaluruk, jejaka rabine papat, pan wong mangan saben dina-dina ngelih, lawan mangan sapisan (pan wus marem)

Artinya: Dan tanah tertanam di dalam bumi, atau air terendam di dalam laut, dan matahari dijemur, dan api terbakar, janda belum pernah kawin, perawan (gadis) mempunyai anak, telur dapat berkokok, bujang beristri empat, orang makan sehari-hari lapar, dan makan sekali (sudah puas)

Poma-poma anak putu mami

aja sira ngegungaken akal

Wong akal ilang baguse

Dipun idep wong bagus

Bagus iku dudu mas picis

Lawan dudu sandhangan

Dudu rupa iku

Bagus iku nyatanira

Yen dinulu asih semuni prakarti patrap salah prasaja

Artinya:

Mudah-mudahan anak cucuku

jangan kamu menyombongkan akal

orang berakal hilang bagusnya

ketahuilah orang bagus

kebagusan itu bukan mas picis

bukan pula pakaian

bukan paras muka

bagus itu sebenarnya

menimbulkan rasa sayang, tampaknya memikat hati

tingkah laku yang sewajarnya

Aja watak sira sugih wani

Aja watak sok ngajak tukaran

Aja ngendelke kuwanen

Aja watak anguthuh

Ja ewanan lan aja jail

Aja ati canthula

Ala kang tinemu

Sing sapa atine ala

Nora wulung birahi pinanggih wuri

Wong ala nemu ala

Artinya:

jangan berwatak menyombongkan keberanian

jangan berwatak menantang berkelahi

jangan mengandalkan diri pada keberanian

jangan berwatak tak tahu malu

jangan iri hati dan jangan jahil

jangan berhati lancang

buruk yang didapat

barang siapa hatinya jahat

orang jahat menemukan jahat

Poma-poma anak putu sami

Aja sira mengeran busana

Aja ngandelken pintere

Aja anggunggung laku

Ing wong urip dipun titeni

Aketareng basa

Katandha ing semu

Semu bicik, semu ala

Sayektine ono tingkah solah muni

Katon amowo cahyo

Artinya:

mudah-mudahan anak cucuku semua

jangan bertuhan pada busana

jangan congkak atas kepintaranmu

jangan menyanjung-nyanjung laku

itu disaksikan oleh orang lain

terlihat dari budi bahasamu

tertanda pada roman mukamu

semu baik, semu jahat

sebenarnya ada tingkah laku yang berkata

tampak pada cahaya wajah

Poma sira aja drengki

Dahwen marang ing sasama

Sama den arah harjane

Harjane wong anen dunya

Dunya tekeng akerat

Akerat amrih lulus

Lulus denya mengku nikmat

Artinya:

hendaknya kamu jangan dengki

suka mencela orang lain

usahakanlah kebahagiaan bersama

kebahagiaan orang di dunia

di dunia sampai akhirat

akhiratnya supaya lulus

lulus terus mengandung nikmat

Inti dari sekian banyak bait Ki Ageng Sela adalah sederhana, yaitu tugas hidup manusia hidup di bumi. Tidak perlu angkuh atau sombong, hidup cari bagusnya yaitu bagus hati bukan bagus harta, pakaian, atau rupa. Jangan tergesa-gesa karena hidup banyak artinya, manusia hendaknya suka berguru dan tahu malu, yang baik akan menemukan yang baik begitupun sebaliknya, tak perlu mengagungkan ilmu sendiri, rendah hatilah terhadap orang lain.

(Dikutip dari Buku Mistik Kejawen oleh Petir Abimanyu)

Advertisements

One response

  1. Teruslah menulis walaupun hanya sekedar bercerita atw hanya berbagi sebait kata. Karena itulah yg akan mengajarkan pembaca dan kita semua untuk tetap memegang teguh ajaran” kakek, eyang kita. Salam dari saya.

    June 14, 2015 at 9:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s