Mengalir sajalah…

Jogja selalu istimewa

Akhir tahun 2015, saya dan dua teman saya sepakat untuk pergi liburan ke Jogja.. Entah ada angin apa saat itu Jogja adalah tempat yang ingin sekali saya kunjungi.. Saya dan kedua teman saya menempuh perjalanan dengan kereta api selama 8 jam.. Sesampai disana kami dijemput oleh 3 kawan kami yang tinggal di Jogja.. Energi yang baru mulai terasa di kota itu.. Karena kita tiba disana subuh pukul 4 pagi.. Hari pertama disana kami gunakan untuk istirahat di Sangkring Art Space, yang mana disana adalah galeri seni yang didalamnya juga terdapat penginapan.. Esoknya kedua teman saya tampil di Ascos dengan beberapa mahasiswa ISI jogja yang kebetulan diijinkan untuk mengisi acara disana.. 
Saya banyak bertemu dengan orang baru, banyak dengar cerita baru, melihat lingkungan baru juga atmosfir yang baru.. Kuliner disana juga bermacam-macam.. Ada sego kucing, tengkleng, sop merah, nasi jinggo, gudeg, dan masih banyak lagi.. Rasanya seminggu itu waktu yang kurang untuk menjelajah makanan disana.. Belum lg tempat wisatanya.. Saya pergi ke Wonosobo bersama 5 kawan saya untuk menaiki Gunung Dieng.. Perjalanannya sekitar 3-4 jam.. Dinginnya hampir mirip dengan Gunung Bromo.. Kami sampai disana pukul 3 pagi, dan tanpa berlama kita menaiki Gunung itu untuk menunggu sunrise.. 

Tak sabar saya potret momen yang jarang ini..

  Saat itu Gunung Dieng padat sekali karena memang high season.. Banyak yg sedang berlibur.. Disana jg ada acara-acara ritual seperti pemotongan rambut anak gimbal, setelah dipotong anak itu dikabulkan segala permintaannya.. Tapi sayangnya saat kami kesana sedang tidak ada acara ritual..

Setelah dari Dieng, kami mampir ke kawah Sikidang.. Kawah yang masih aktif sehingga kita harus menggunakan masker..

  
 

Kemudian kami pergi ke beberapa
Candi yang ada disana..

Yaitu Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatot, dsb.. Banyak momen jg yang kami potret disana.. 
  
Sehari disana sudah merupakan hal yang menyenangkan.. Akhirnya kami kembali pulang ke Jogja..
Keesokan harinya kami istirahat, setelah badan penuh dengan tenaga kami melanjutkan perjalanan ke Magelang.. Di Magelang kami menuju Puntuk Setumbu dimana disana saya bisa melihat sunrise lagi dan Candi Borobudur dari kejauhan yang dihiasi dengan kabut diatasnya.. Pemandangan yang indah sekali..

  
   
Sesudah itu, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Gereja “Pitik” dimana gereja itu terletak diatas bukit dengan arsitektural yang unik.. Perjalanan menuju kesana cukup tinggi.. 

  

Setelah dari sana kami menuju Kulon Progo.. Disana terdapat kota wisata Nglinggo.. Disana banyak kebun teh dan juga kami bisa melihat kota dari langit.. Bahkan saat saya ada diatas sana, saya seperti terbang.. Banyak yang indah disana.. Momen terekam rapi dipikiran saya saat itu..

  
Kemudian kami turun, pulang menuju Jogja lagi..

Malamnya saya dan teman saya pergi ke Alun-alun Jogja.. Melihat mobil gowes dengan lampu-lampu yang memikat.. Saat itu Jogja ramai sekali.. Kemudian kita pergi ke bukit bintang, jaraknya tidak begitu jauh dr Jogja.. Sekitar 10-12 km dari pusat Jogja.. Disana saya bisa melihat banyak cahaya dari atas kejauhan.. Sinar lampu yang saya lihat disana nampak sempurna di dalam kegelapan..

  

Selain pergi wisata, saya dan teman-teman saya mendatangi beberapa komunitas musik.. Saat itu sedang diadakan workshop tabla.. Banyak yang mereka bagikan dari acara tersebut.. Musik hindi yang masih berbau pentatonik.. Diskusi santai menjadi cukup menarik dan berkesan..

   
 Banyaknya organisasi dan komunitas seni di Jogja membuat mereka tidak kehilangan kreativitasnya.. Terutama dalam mengembangkan beberapa musik etnik..

Tiba-tiba semangat saya menjadi terpacu ketika melihat mereka yang begitu aktif menjalin relasi sesama organisasi dan mengadakan beberapa kegiatan seperti workshop, lokakarya, dsb.. Setiap organisasi seni disana jg sangat terbuka apabila kita ingin mampir atau diskusi santai sambil belajar.. 

Sehari sebelum saya pulang, saya menonton pertunjukkan wayang sekitar 3 jam.. Bukan karena durasinya yang lama, tapi karena saya tidak paham betul dengan bahasanya.. Tetapi menyanyi sinden jawa menjadi sangat menarik untuk dipelajari

  

  
Banyak yang saya dapatkan di Jogja…

Teman baru, ilmu baru, energi baru dan semangat baru..

Terimakasih Jogja.. Kamu selalu istimewa 🙂
   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s