Mengalir sajalah…

Latest

Hadiah dariNya

Ada hal yang buat pipi ini terus mengembang dengan senyuman
Ada hal yang bisa buat hati ini menangis karena terharu
Ada hal yang buat aku tak lelahnya bersyukur

Dipertemukannya dua manusia bagaikan dua unsur kimia
Bertransformasi menjadi sebuah cinta..
Cinta yang dibentuk olehNya, cinta yang direncanakanNya
Bukan rencanaku…
Bukan hakku juga untuk menolak itu

Natural, jujur, dan sedikit malu-malu
Bentuknyapun beragam
Manusia punya caranya sendiri dalam mengekpresikan rasa itu
Terkadang mata dan bibir inipun sulit untuk mengakui itu
Terlalu indah, terlalu indah ketika rasa itu menjadi satu

Disamping kenyamanan yang membawaku semakin larut
Timbul rasa takut
Karena semua indah itu singgah dengan cepatnya
Berharap detik jam menahan alurnya
Biarkan keindahan itu terus kubawa

Tak ingin yang lain
Tak ingin yang sempurna
Aku hanya ingin dia yang indah dan juga nyata 🙂

Advertisements

Ada Saatnya

Ada saatnya manusia berbuat salah
Ada saatnya manusia menyesal
Ada saatnya manusia mengulang lagi kesalahannya
Ada saatnya karma bertindak
Ada saatnya manusia itu jatuh
Ada saatnya manusia sadar
Ada saatnya manusia berubah
Ada saatnya manusia jadi lebih baik
Ada saatnya manusia ikhlas

Semua ada saatnya..
Karena yang saya percaya adalah semua manusia itu baik dan semua manusia jahat bisa menjadi baik..
Sejahat-jahatnya manusia pasti punya hati nurani, etika, dan kepercayaan yang membantu manusia mengendalikan itu semua.. Tergantung tujuan dan niat masing-masingnya..

Saya yakin semua manusia ingin jadi lebih baik..

Kota Malang penuh senyum

Hari kamis tgl 9 Oktober 2014 jam 11 malam saya dan kawan-kawan memulai perjalanan dengan berdoa.. Mobil Terrano sudah sangat pas berisikan 5 orang di dalamnya termasuk saya.. Perjalanan yang kami tempuh adalah jalur darat menuju kota Malang.. Kebetulan sudah lama sekali saya tidak ke kota itu.. Ini adalah yang kedua kalinya saya kesana..

Prediksi kami saat itu perjalanan kesana sekitar 18 jam.. Ternyata itu belum termasuk macet, istirahat, makan, dan ngopi.. 24 jam kami di perjalanan.. Di bantu dengan banyolan salah satu teman, dan obrolan sana sini, nyanyi sana sini, bully sana sini.. Yaaa happiness is real when shared.. Berbagi dgn hal yg sederhana..

Sampai di Malang, kami di sambut oleh kedua orang tua dr salah satu teman saya di rumahnya dengan makan malam.. Hmmm mungkin tepatnya makan subuh, karna kami baru sampai Malang jam 3 pagi, anggap saja sarapan haha.. Ternyata kedua org tuanya benar-benar menunggu kehadiran kami sampai larut malam tanpa terlelap, hebat..
Setelah makan kami di antar ke tempat penginapan di Green Hills Karangploso..

Hari itu kami menghabiskan waktu untuk meluruskan badan di penginapan selama beberapa jam kemudian malamnya kami di bawa ke bakso bakar, wah enak sekali ternyata bakso bakar Malang itu.. Setelah perut terisi dengan beberapa bakso bakar, kita mengunjugi Inggil di pusat kota Malang.. Di dalamnya terdapat musem dan juga restoran.. Museumnya berupa beberapa peninggalan jaman sejarah yang sudah cukup tua.. Dari mulai topeng, music instrument, alat komunikasi, foto2 jaman dulu, perangko, dan masih banyak lagi.. Inggil jg menjual beberapa kerajinan kayu yg unik.. Dan di dalamnya terdapat jg hiburan malam berupa tarian daerah yang Indonesia sekali.. Malang masih sangat lekat dengan budayanya.. Sangat mengagumkan..

IMG_1811.JPG

IMG_1806.JPG

Setelah dari sana, kami ke atas gunung dimana kami bisa melihat kota Malang dan gemerlap keindahannya dari atas.. Cuacanya dingin sekali, nama tempatnya adalah Gunung Banyak.. Tak sabar saya langsung nyalakan kamera dan mendapatkan momen indah ini

IMG_1809.JPG

Kota Malang buat saya tersenyum takjub dengan berbagai keindahannya.. Nyaman, tentram, damai, rasanya benar-benar berada di Indonesia yang kaya akan budayanya..
Ngopi dan ngeteh hangat sambil menatap lampu-lampu yang menyusun jalan dan cahaya indah di setiap rumah-rumah.. Surga rasanya..
Malampun semakin larut, akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat..

Keesokan harinya, kami bangun pagi untuk melanjutkan wisata ke Gunung Bromo.. Ini adalah puncaknya!
Perjalanan yg kami tempuh sekitar 3-5 jam.. Dengan jalan yg berbelok naik turun dan pemandangan gunung dari kanan kiri.. Sampai disana, kami mencari tempat penginapan dan menyewa mobil Hartop untul besok pagi menuju puncak Gunung Bromo.. Kami istirahat sebentar di penginapan dan jam 3 subuh kami sudah siap untuk menuju puncak.. Cuaca disana dingin sekali, mungkin skitar 3-10 derajat.. Subuh itu dihiasi embun yang membuat kulit semakin mengkerut.. Jacket, sweater, scarf, sarung tangan, kaos kaki dan masker penutup wajah lengkap sudah saya pakai untuk menuju ke puncak..
Sampai di Bromo kami duduk ber5 menunggu matahari terbit.. Wah ini adalah momen yang paling saya tunggu untuk mengambil gambarnya..

IMG_1817-0.JPG

IMG_1819-0.JPG

Setelah matahari mulai terbit, cuaca disana semakin hangat.. Ditemani jagung bakar dan secangkir teh hangat terasa semakin nikmat berada disana.. Kami turun dan kembali menaiki Hartop menuju ke puncaknya Gunung Bromo.. Disana saya dan beberapa teman saya mendaki gunung sampai ke puncak, memang agak capek dan butuh tenaga ekstra agar bisa sampai sana.. Inilah foto yang saya ambil dari puncak Gunung Bromo

IMG_1910.JPG

Di atas saya istirahat, melihat indahnya kawah dan nuansa yang nyaman juga sejuk.. Selesai saya mengambil beberapa foto, saya turun lewat tangga dan dari puncak saya mencoba untuk turun dengan menaiki kuda.. Kebetulan saya sudah cukup lelah untuk jalan lagi.. Maklum kurang olahraga, hehe…
Ini dia saya dengan kuda yang saya tunggangi

IMG_1836.JPG

Sudah dibawah saya kehabisan tenaga dan langsung menyantap makanan favorite orang sana “pop mie” haha

Selain kesana, kami menuju ke padang rumput Savana dan Pasir berbisik.. Wahh sangat takjub dan buat saya tersenyum lagi.. Rasanya tidak ingin pulang.. Banyak ucapan yg keluar untuk saya bersyukur, bahwa saya masih bisa melihat keindahan seperti ini.. Banyak air mata jatuh, sedih, terharu, bahagia dan semacamnya.. Saya masih kurang sadar ternyata saya kecil dan tidak ada apa2nya.. Alam membuat saya semakin tau, kita diciptakan untuk mempersatukan warna agar seirama dan senada..

IMG_1909.JPG

IMG_1851.JPG

IMG_1829.JPG

IMG_1852.JPG

Alam memang bersahabat sekali..
puas sudah saya mengambil beberapa foto, kami kembali ke Hartop dan pulang menuju penginapan.. Makan siang dan melanjutkan perjalanan pulang.. Istirhat sebentar, dan malamnya kami pergi ke museum angkut.. Dimana banyak sekali mobil2 kuno, dari mulai sepeda, motor, mobil, dan masih banyak lagi.. Semua lengkap ada disana dari tahun ke tahun.. Masih mulus karena sangat dijaga dan dirawat.. Malang menurut saya adalah kota yang hebat, bersih, juga berkualitas.. Kalo bisa milih, saya ingin sekali tinggal disana..

Keesokan harinya, kami tidak betah diam dan akhirnya melanjutkan wisata lagi ke Ecopark dan Jatim Park 2.. Dimana isinya itu terdapat museum satwa, beraneka ragam hewan dari seluruh Dunia, dengan rute wisata yang diarahkan oleh jalurnya membuat kita bisa menikmati seluruh isinya.. Berbagai pembelajaran saya ambil darisana.. Menikmati beberapa wahana yang menguji adrenalin juga pijat traditional yang ada disana.. Semua lengkap.. Seandainya Jakarta punya tempat seindah itu..

Malamnya kami menuju ke alun-alun dan menyantap ketan yang katanya nikmat disana.. Semakin larut akhirnya kami pulang dan istirahat..

Akhirnya sampai juga di hari terakhir kami di Malang.. Rasanya masih butuh beberapa hari lagi untuk tinggal disana, tapi apa daya kegiatan di Jakarta sudah menunggu.. Kami semua berkemas dan menunggu malam untuk kembali pulang ke Jakarta..

Suatu saat nanti pasti ada waktunya untuk bisa kembali lagi kesana..

Terimakasih alamku, inspirasiku..

IMG_1823.JPG

Imajinasi perempuan

Hari ini topik pembahasan yang cukup menarik dengan beberapa teman saya.. Menemani mereka ngopi dan beberapa batang rokok yg mereka hisap..
Topik hari ini tentang perempuan..
Ya bisa disebut juga wanita..
Saya saat itu ditemani satu wanita dan satu lelaki.. Teman laki-laki saya bercerita tentang seorang lelaki yang ingin mengetahui wanita sedalam-dalamnya.. Karena dia selalu gagal dalam menjalin hubungan dengan wanita.. Dia ingin meneliti dari mulai kegiatan wanita yang sering dilakukan, kesukaannya, komunikasi tubuh, postur dan masih byk lagi.. Alasannya agar dia tidak mengalami kegagalan lagi.. Menurut riset lelaki itu, wanita pada dasarnya penuh dengan obsesi yang ada dipikirannya sehingga membuat wanita selalu berimajinasi dan hilangnya kesadaran dengan realitas..
Wanita punya tahap di imajinasinya yg apabila tujuannya tercapai dia merasa puas.. Mungkin itu yg membuat kita kaum wanita atau perempuan sering kecewa, marah jika obsesi itu tidak terpenuhi..
Wanita juga butuh menyalurkan imajinasi itu.. Tak heran diluar sana hal yg menurut kita berlebihan menjadi biasa-biasa saja..
Sampai skrg saya belum punya sosok panutan bagaimana menjadi wanita yang seharusnya.. Wanita yg pada jalurnya.. Menurut saya tidak mudah.. Yang saya tau wanita itu penyanyang, dan punya kepekaan yg tinggi..

Memang karena adanya kekurangan ini bukan berarti “kita” ingin dimengerti.. Kata teman saya setiap wanita itu kuat.. Tp mereka kaum wanita terkadang tidak sadar dan selalu merasa lemah.. Saya sampai saat inipun masih belajar bagaimana cara wanita berkomunikasi dgn lawan bicara, baik sesama wanita atau lawan jenis.. Bagaimana juga cara kita bersikap dgn baik sebagai wanita.. Karena saya pribadi saat ini tidak punya rencana utk selalu terlihat baik, karena saya tau saya pasti punya kekurangan.. Kesadaran saya sangat kurang utk bisa tau kalo saya saat ini “nyata”
Bagaimana lawan bicara saya memberikan pertanyaan, atau pernyataan juga membentuk imajinasi saya untuk terus berkembang.. Dan semakin susah utk sadar, saya siapa..
Ketika imajinasi itu salah, dan dari sana saya berkomunikasi dengan diri saya sendiri dan bilang “ini bukan saya, saya tidak boleh begini”
Menurut saya komunikasi kepada diri sendiri itu sangat penting, pikiran kita yang membantu kita utk sadar..
Setelah kita sadar kita salah, bukan melulu menyesali dan jalan ditempat.. Ibarat nyetir, kita jalan lihat kedepan dengan kaca besar.. Bukan lihat ke spion atau ke belakang dengan kaca kecil.. Spion ibarat masa lalu, yg dilihat sedikit sebagai pembelajaran tetapi fokus kita tetap kedepan..
Ada kutipan bagus juga yang buat saya yakin bahwa semua wanita itu cantik
“Yang sudah indah tidak perlu diindah-indahkan..”

Ibu

Malam ini aku rindu
Rindu sosok Ibu dengan mata indah nan sayu
Dengan senyum ramah dan juga lugu

Aku bersamamu hanya sebatas waktu yang tak pernah tau
Karena aku masih merindu
Rindu tawa dan perhatian kecilmu

Aku adalah anak kecilmu yang dulu hanya bisa duduk malu dan tersipu
Kini aku sudah tumbuh menjadi wanitamu
Tumbuh tanpa kehadiranmu Ibu

Cinta yang paling indah adalah saat keringatmu melahirkanku
Karena kasih sayangmu tak lekang oleh waktu

Belum sempat aku membalas baikmu
Hanya doa yang keluar dari mulutku

“Tetap indah di surgamu Ibu”

IMG_0888.JPG

Ilmu Ikhlas

Saya hari ini lebih banyak mendengarkan dan meringkas semua yang saya dengar.. Saya ambil intinya dan judul itulah yang keluar “ilmu ikhlas”

Saya sempat mendengarkan perbincangan umur 27 ke atas.. Kebetulan saya paling muda disana.. Saya masih 23 tahun.. Dan hanya saya yang wanita saat itu.. Teman saya punya Adik yang baru saja datang dari Malang, dia adalah kedua paling muda setelah saya.. Di tengah-tengah perbincangan saya mengamati bahwa mereka berdua, yaitu kakak dan adik mempunyai perbedaan dalam cara pandang dan bersikap.. Sang kakak lebih “easy going” jalanin aja yang ada di depan tanpa pertimbangan, apabila jatuh ya memang sudah seharusnya begitu.. Tapi setelah itu bangkit dan jalani lagi yang ada di depan.. Sang adik lebih mempertimbangkan segala hal dalam bertindak, apabila gagal dia selalu mempersiapkan cara kedua untuk tidak jatuh.. Sang kakak ketika jatuh atau sedih dan kecewa, dia hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyembuhkannya.. Dan sang adik apabila jatuh, sedih, dan kecewa harus membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya..

Disini cara pandang umur 27 dan 31 yang saya lihat.. Dengan gender laki-laki tentunya.. Mereka berdua berdebat mengenai hal itu, tp mereka punya sisi positif.. Sang kakak siap untuk gagal dan selalu siap bangkit, sang adik berhati-hati dan sistematis agar semua berjalan dengan baik.. Tidak ada yang benar dan salah.. Mereka berdua mengakui juga kekurangan mereka masing-masing dan sangat menerima perbedaan itu.. Itu suatu hal yang sangat saya kagumi..

Saat itu sang adik bercerita tentang kisah nyata.. Di suatu lingkungan penganut kejawen temannya minta tolong ke seseorang untuk belajar “ikhlas” agar dimudahkan dalam hal apapun.. konon katanya orang ini ahli dalam hal seperti itu.. Sayapun kurang paham.. Orang yang ahli dalam hal itu bilang “wah ikhlas itu adalah suatu hal yang sulit.. Kamu harus memberikan barang berhargamu kepada orang lain” dan teman-temannya mencoba untuk memberikan barang-barang berharganya kepada seseorang yang membutuhkan.. Dari mulai mobil, alat-alat elektronik dan masih banyak lagi barang-barang berharga lainnya.. Dan mereka semua benar-benar dimudahkan dalam segala hal, usahanya, kerjaannya, tapi ada salah satu dari mereka yang belum mendapatkan apapun setelah dia mencoba untuk memberikan mobil dan segalanya yang menurut dia berharga.. Teman-temannya kaya, dan hanya dia yang miskin..
Dari sana saya bertanya-tanya.. Lohhh kenapa? Kok bisa?
Ternyata dia mempunyai barang kesayangan yaitu sebuah kendi yang dia simpan dan tidak mau diberikan kepada siapapun.. Saat itu saya membandingkan sebuah kendi dengan sebuah mobil, dalam hal materi mungkin memang berbeda.. Tapi satu point yang saya sadar disini adalah “ikhlas itu bukan dilihat dari seberapa besar yang kita kasih, tapi seberapa ikhlasnya kita memberikan barang atau hal yang paling kita sayangi untuk diberikan ke orang lain”

Dari sana saya merenung.. Ternyata ikhlas itu sangat sulit.. Orang yang sudah pernah mencoba untuk ikhlas adalah orang yang hebat menurut saya..

Nah, balik lagi ke adik dan kakak ini.. Sang kakak apabila jatuh, mencoba bangkit dan ikhlas.. Tapi sang adik lebih memperjuangkan haknya apabila jatuh.. Yang mana saya lihat dia sangat sulit untuk ikhlas dengan kegagalan yang telah terjadi.. Masalah yang dihadapi sang adik memang sulit, apabila saya ada diposisinya belum tentu saya bisa ikhlas.. Tapi mungkin itu yang ada di fase umur 23-27an.. Fase dimana kita memperjuangkan hak kita sendiri dan mencoba untuk idealis..
Yang mana kata sang adik, dan dia dapat kutipan dari dosennya bahwa
“Idealis itu produk egois, karena sejatinya ga ada yang namanya idealis. Yang baik belum tentu baik buat orang.. demikian juga sebaliknya”

Terkadang terjadinya suatu hal yang buruk memang bukan bagian yang kita inginkan.. Tapi hal terburuklah yang melengkapi hal terindah.. Menurut saya, itu adalah bagian dari rencana dan proses yang hanya bisa dinikmati.. Mengikuti rencana yang tidak direncanakan.. Mengalir saja.. Cenderung lebih sakit jika kita merencanakan banyak hal ternyata kita jatuh juga.. Padahal kita sudah menjalankan yang benar, tapi nyatanya alam berkehendak lain.. Salah? Tidak.. Tidak ada yang salah.. Hanya butuh waktu.. Seberapa besar parameter kita untuk ikhlas.. Semakin kecil mungkin akan semakin sulit dan semakin lama.. Lama itu menghabiskan waktu.. Dan waktu itu jalan terus, tidak peduli kita seperti apa..

Ikhlas dan bahagialah..

Hari merdeka

Bangsa kita sudah merdeka 69 tahun yang lalu.. Hari ini adalah bentuk hormat saya bersama pasukan “tilulit” sekali tilulit tetap tilulit kepada Indonesia.. Mengadakan konser berjalan (istilah ini saya asal buat) karena memang kita bernyanyi sambil berjalan di pelataran Monas (Monumen Nasional) ada yg bermain pianika, gitar, dan suling dengan berbagai bentuknya.. Saya disini bertugas sebagai paduan suara.. mungkin ini versi mini karena hanya ada 4 orang yang bernyayi, dua orang bermain gitar, 1 orang bermain pianika, 1 orang pembina upacara atau pemimpin upacara, dan sisanya 4 orang bermain suling dengan berbagai bentuknya..
Dann sisanya lagi adalah tim hore yang bertugas untuk memotret momen 1 taun sekali ini.. Malu sih, tapi dilarang membawa malu untuk tampil disana..

Tilulit ini adalah mahasiswa-mahasiswa musik UPH yang ingin berbagi kemenangan bangsa kita ini dengan menyajikan beberapa lagu nasional.. Cukup menarik, karena apa? Karena kita menggunakan kostum sekolah.. SD, SMP, dan SMA.. Padahal kita smua sbenernya udah tua-tua juga.. Walaupun ada adek kecil yang dengan polosnya bertanya “kakak SD kelas berapa?” Ternyata saya masih imut-imut..

Kita semua bernyanyi dan bermain musik dibawah terik matahari yang lumayan menyengat hari itu.. Tetapi para penonton masih tertarik untuk mengambil beberapa foto serta video..

Bangsa kita sudah merdeka, semoga Indonesia menjadi lebih baik terus kedepannya..
Ini adalah cuplikan kegembiraan kita dengan beberapa adek kecil yang hampir sepantar dengan saya ikut serta bernyanyi dengan membawa bendera merah putih

“DIRGAHAYU INDONESIA”

IMG_1313.PNG

Takdir dan nasib

Banyak hal yang kita inginkan di dunia ini
Materi, cinta, kesempurnaan fisik.. Dan masih banyak lagi
Kehidupan itu rasanya unik sekali
Hal yang tidak kita sangka bisa hadir membawa warna yang baru
Hal yang kita prediksi hanya bisa jd harapan dan berujung dengan kecewa
Baiknya kita mengikuti saja arahnya akan kemana
Tidak ada ekspektasi dan tidak pernah berkecil hati

Memang penuh dengan kejutan
Tiba-tiba bisa menangis dan tiba-tiba bisa bahagia
Katanya mencintai itu takdir
Memiliki itu nasib
Takdir tidak bisa kita pilih
Nasib mungkin itu pilihan

Kita kecewa mungkin karena kita memilih untuk kecewa
Kita bahagia mungkin karena kita memilih untuk bahagia
Kita mencintai mungkin karena cinta memang datang tiba-tiba
Kita melarangnya untuk datangpun tidak bisa

Waktu yang bisa menyembuhkan
Yang sudah lewat tidak bisa dilewati lagi
Yang akan datang harus lebih baik lagi
Yang hari ini hanya bisa dilalui

Mungkin hanya bisa menikmati takdir
Dan mulai pandai memilih nasib

Muara Gembong dengan laut dan lutungnya

Sabtu 7 juni 2014, saya dan teman saya ingin berbagi keindahan alam dengan benyanyi dan bermain musik di depan kawan-kawan alam yang bertujuan untuk melindungi lutung jawa yang berada di Muara Gembong Bekasi.. Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih 3 jam dari Jakarta.. Jalan menuju Muara Gembong tidak semuanya rata, penuh dengan jalan rusak, bebatuan, dan lumpur.. Disana banyak sekali pemukiman yang tidak terawat.. Saya melihat seperti Gedung PGRI dan kecamatan Muara Gembong sendiri kurang terawat.. Selain itu yang membuat saya beranjak untuk memotret adalah saya melihat upacara sunatan yang dijadikan hiburan di jalan untuk mereka yang tinggal disana

20140608-084018-31218552.jpg

Setelah saya dan kawan-kawan sampai dan berkumpul dgn anak-anak alam di kecamatan Muara Gembong, kami menaiki perahu nelayan untuk menuju ke laut dan tempat lutung jawa berada.. Perjalanan yg kami tempuh di perahu kurang lebih 1 jam, di samping desa Muara Gembong terdapat aliran sungai yang mengalir ke laut.. Airnya mungkin sudah tercampur oleh sampah-sampah dari Jakarta sehingga warnanya tidak bersih..

20140608-084759-31679209.jpg

Tapi semuanya terbayar dengan pemandangannya yang membuat mata saya selalu ramah untuk tersenyum..
Melewati beberapa pemukiman dan beberapa warga Muara Gembong yang sedang beraktifitas.. Melambaikan tangan dan menyapanya semua..

20140608-085223-31943564.jpg

Senyuman alam semesta dan merdunya udara disana..
Setelah sampai disana, saya sudah bisa melihat beberapa lutung hitam dengan ekor panjangnya.. Ternyata jumlah mereka masih banyak, dan lutung jawa itu mempunyai anak yang berwarna merah..
Saya merasakan sedang bersahabat dengan alam saat itu..
Tidak lama kita sampai di tempat, kita berkumpul dgn anak-anak alam dan mulai menunjukkan penampilan mereka masing-masing setiap kelompok..
Cuaca semakin gelap jadi saya tidak bisa mengambil moment disana jd saya hanya duduk manis menunggu giliran untuk tampil..
Dengan lampu sorot yang seadanya kita beserta anak-anak 5 sekawan dari warga Muara gembong mengajak mereka untuk bernyanyi bersama..
Indahnya berbagi..
Ada salah satu dari 5 sekawan itu datang menghampiri saya dan berkenalan dengan saya.. Anaknya
perempuan, pintar, dan manis sekali.. Dia duduk di Sekolah Dasar kelas 5.. Banyak sekali yang kita bicarakan.. Tentang cita-cita mereka yang tidak pernah memaksa, tentang perjalanan yang mereka tempuh apabila ingin pergi ke sekolah.. Dia ingin sekali saya dan teman-teman untuk tinggal disana beberapa hari, tapi karena banyak yg harus di lakukan esok harinya kita harus segera pulang..
Salah satu teman saya berkata kepada 5 sekawan disana.. “Kamu kalau mau terkenal, kumpulin sampah-sampah yang ada di pinggir danau setiap sabtu sama minggu, trus kalian foto dan masukin ke Facebook.. Biar orang dewasa malu sama kalian yg masih kecil udah pandai kumpulin sampah.. Apalagi semua sampah kan datangnya dari Jakarta.. nanti Pak Presiden pasti datengin kamu kesini..” Anak-anak disana tertarik sekali untuk melakukannya.. Mereka jg punya keinginan untuk benar-benar menjaga keindahan disana, bersama dengan lutung jawa yang ingin sekali mereka lindungi.. Semakin malam, akhirnya kita berpisah dengan mereka dan anak-anak alam yang menginap semalam disana.. Kita pulang melewati sungai dan menggunakan perahu karet, di temani dengan sukarelawan..
Sampai di kecamatan Muara Gembong kita akhirnya menuju mobil dan pulang..

Yang saya dapat dari perjalanan itu adalah Kita manusia, alam, dan binatang adalah penumpang di bumi ini.. Kita di ciptakan untuk saling menjaga satu sama lain dan juga saling melengkapi.. Tidak ada jarak antara itu, dan buatlah mereka jadi sahabat kita sendiri.. Mereka semua akan merasa aman apabila kita memberi mereka perlindungan..
Dan satu yang saya percaya, Tuhan tidak akan pernah buta untuk melihat kebaikan kita yg ingin berbagi kepada alam dan penduduk disana.. Karena sesulit apapun perjalanannya, dibantu dengan niat baik kita, Tuhan pasti membalas dengan keindahan yang tanpa batas..

Pelukku untuk bumiku

20140608-093728-34648591.jpg

Aku, kita, mereka

Kaki kaki kecil dan
Jemari tangan yang luluh ketika tersentuh
Getaran yang penasaran lumpuhkan pikiran dan logika kita untuk berkerja.. Buat imajinasi semakin dalam berenang tenggelam hingga hilang kesadaran dan berjalan terus menuju alam bawah sadar..
Aku, kita, mereka pernah salah
Aku, kita, mereka bisa berubah
Aku, kita, mereka manusia.. Manusia yang hidup dengan akal dan hatinya..
Betapa sempurna manusia
Terimakasih buat KAU yang disana..
Ciptakan hati yg murni dan tulus ini utk sedih dan bahagia
Pesan-pesan yang indah untuk hati ini tetap terjaga..
Hati yang indah dan dengan baiknya etika berkata…

Terimakasih untuk KAU yang disana